Monday, June 4, 2012

Fungsi Jaring di bawah 'Conveyor'


Khususnya di ruang finishing yang menggunakan conveyor sebagai salah satu pendukung proses pengeringan, kita akan selalu menemukan jaring besi terpasang di bawah susunan conveyor tersebut. Dalam hal ini conveyor tidak hanya selalu digunakan di ruang finishing furniture kayu, tapi juga di ruang finishing produk rotan bahkan durniture dari besi.

Jaring tersebut memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Pengaman untuk para pekerja dari resiko benda kerja yang jatuh dari gantungan conveyor. Produk hanya akan menimpa jaring tersebut.
2. Mengurangi tingkat kerusakan benda kerja karena jarak gantungan dengan jaring lebih dekat daripada jarak gantungan dengan lantai.
3. Pada konfigurasi ruang finishing tertentu, jaring ini digunakan sebagai saluran selang angin ke sudut ruang yang lain sehingga ruang finishing terlihat lebih rapi.

Jaring ini sangat ideal bila dipasang seluas rel conveyor terbentuk. Namun secara efisiensinya, jaring berhenti pada saat rel conveyor mulai menurun.
"Lantai' pengaman tersebut sengaja dibuat dari jaring besi sehingga pekerja masih bisa melihat gerakan benda kerja yang tergantung.


Sebuah investasi yang tidaklah kecil mengingat luas ruang finishing rata-rata lebar. Akan tetapi dengan mempertimbangkan resiko keselamatan pekerja dan kualitas barang dalam jangka panjang, pemasangan jaring bukanlah investasi yang sia-sia.



Membuat Ambalan Dinding Sederhana

A. DESKRIPSI PRODUK
Simple Wall Shelf berukuran jadi 1.200 x 200 x 50 mm. Ukuran panjang dan lebar bisa ditambah/dikurangi sesuai dengan rencana penempatan anda. Varian ukuran panjang adalah 1.000 - 1.400mm, dan varian ukuran lebar dari 170 - 250mm. Untuk itu anda harus menyesuaikan ukuran panjang beberapa komponen rangka.


Gunakan jenis finishing warna solid (hitam, merah, putih dan lainnya) agar bisa menutupi pori-pori playwood pad sisi tebal panel.


B. DAFTAR BAHAN
Papan atas dan bawah menggunakan plywood atau MDF dengan ketebalan 9mm. Rangka ambalan menggunakan kayu solid. Untuk batang penggantung pilih jenis kayu yang keras dan tidak mudah retak (Kamper, Mahoni, Durian, atau Jati).


C. PERLENGKAPAN
PROJECT yang pertama dan sederhana ini hanya membutuhkan 2 jenis sekrup, paku dan lem kayu PVAC. Apabila anda memiliki paku tembak akan lebih baik.


D. GAMBAR KERJA

Berisi detail ukuran, posisi pemasangan maupun potongan konstruksi. Ikuti setiap petunjuk ukuran maupun garis yang ditunjukkan.

Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan:
1. Jarak rangka No. 6 dari sisi belakang panel MINIMAL 21mm.
2. Rongga untuk pasak penyangga antara 36-37mm.
3. Pahatan pada konstruksi ekor burung harus presisi sesuai garis agar konstruksi berfungsi secara maksimal.
4. Sambungan ekor burung harus dengan lem kayu + sekrup/paku.


E. PROSES PENGERJAAN


1. Potong lembaran plywood/MDF tebal 9mm sesuai dengan ukuran di dalam daftar bahan. Harus dipastikan bahwa sudut pemotongan bersih dan bersudut siku 90 derajat.


2. Pengetaman rangka kayu.
Potongan rangka kayu memiliki dimensi yang hampir semuanya sama, belilah kayu berukuran 35 x 25mm lalu anda bisa serut menjadi ukuran sesuai dengan daftar bahan.
Potong batang kayu tersebut sesuai ukuran panjang yang dibutuhkan.


3. Pemasangan rangka
Ambil dahulu papan atas, letakkan bagian luar di atas meja kerja. Mulailah dengan memasang rangka bagian depan (2), lalu dilanjutkan dengan pemasangan kedua batang rangka samping (3). Gunakan paku 2cm dari sisi luar papan atas. Pastikan bagian luar rangka-rangka tersebut sama rata dengan bagian luar papan atas.
Setelah itu anda bisa lanjutkan dengan pemasangan rangka belakang-pendek (6), (4), (5).


Penting!
- Rangka (6) & (5) harus berjarak minimal 21mm dari sisi belakang papan atas.
- Seluruh permukaan rangka yang menempel pada papan atas harus diolesi lem putih PVAC.


4. Pemasangan Papan bawah
Haluskan dahulu permukaan rangka pada papan atas, terutama bagian sambungan antar rangka menggunakan alat ketam manual. Oleskan lem putih, lalu pasangkan papan bawah dan kencangkan posisinya dengan paku 2cm.


Penting!
- Setelah papan bawah terpasang, sisi tebal panel perlu diserut manual agar memiliki permukaan rata dan siku.
- Amplas sudut-sudut panel menggunakan grit 80-120 hingga terdapat pingul 1mm.


5. Batang penyangga
Buat konstruksi ekor burung sesuai gambar. Ikatkan konstruksi tersebut dengan lem putih + sekrup/paku. Buat lubang untuk pemasangan sekrup dinding (diameter lubang = 6mm) pada 4 titik.


6. Prainstalasi
Masukkan batang penyangga ke dalam panel ambalan untuk memastikan posisi panel. Buat 2 titik lubang sekrup searah masing-masing batang penyangga.
Cobalah memasang sekrup pada 6 titik tersebut sebelum finishing.


7 Finishing
Haluskan sisi tebal panel dan tambahkan dempul kayu secukupnya agar permukaan menjadi lebih halus. Setelah itu anda bisa melakukan proses pewarnaan finishing sesuai petunjuk dari bahan finishing tersebut.


F. INSTALASI


1. Tentukan tinggi ambalan sesuai kebutuhan.
2. Buat titik pada dinding sesuai lubang bor pada batang penyangga.
3. Periksa kembali pada titik lubang di dinding, apakah terdapat pipa air atau kabel listrik tertanam di balik dinding.
4. Bor dinding pada posisi sesuai lubang sekrup.
5. Pasang batang penyangga.
6. Pasang panel, eratkan dengan sekrup.


Penting!
Pastikan semua sekrup terikat kuat dan benar.


Download gratis gambar kerja Simple Wall Shelf

Simbol Daur Ulang pada Packaging Furniture


Beberapa simbol tertentu perlu diletakkan pada packaging furniture agar pada saat produk berada di tangan konsumen, mereka akan dengan mudah membuang packing dengan pada lokasi yang benar. Ini terutama untuk furniture yang diekspor ke negara-negara Eropa, Amerika maupun negara maju lainnya.
Terutama aplikasi simbol daur ulang pada material kertas dan plastik yang paling sering digunakan.

Simbol Umum 'Recyclable'
Simbol ini dikenal dengan sebutan Mobius Strip, dengan 3 panah yang saling bertautan. Dipakai secara umum pada semua jenis material dari kertas, plastik hingga logam. Konsep dasarnya berwarna hijau dengan latar belakang warna putih. Namun dalam perkembangannya simbol ini juga dicetak dengan warna hitam, latar belakang putih atau sebailknya.

Green Dot (Der Grüne Punkt)

Awalnya hanya dugunakan oleh perusahaan Jerman, oleh karena itulah nama aslinya adalah Der Grüne Punkt (bahasa Jerman). Lalu diadopsi oleh negara - negara anggota Uni Eropa sebagai simbol daur ulang.

Plastik
Ada beberapa tipe plastik yang biasa digunakan untuk bahan packaging. Untuk mengenali jenis bahan tersebut, produsen perlu menuliskan nomor di tengah simbol dan singkatan nama plastik pada bagian bawahnya.
1. PETE, PET: Polyethylene terephthalate
2. PE-HD, HDPE: High-density polyethylene
3. PVC: Polyvinyl chloride
4. PE-LD, LDPE: Low-density polyethylene
5. PP: Polypropylene
6. PS: Polystyrene
7. O: Others (biasanya Polycarbonate)



Semua bahan packing dari plastik harus mencantumkan salah satu simbol di atas sehingga bisa dikumpulkan sesuai jenisnya.


Simbol untuk material daur ulang 'Recycled'

Menggunakan simbol yang sama dengan simbol daur ulang umum, dengan menambahkan lingkaran di luar mengartikan bahwa material tersebut berasal dari proses daur ulang. Jika bahan bakunya tidak 100% daur ulang, biasanya perlu mencantumkan proporsi persentasenya di bagian tengah simbol.

Saat ini untuk Indonesia belum benar-benar diterapkan sistem pengolahan limbah yang serius, baik untuk bahan packaging maupun untuk bahan lainnya yang memerlukan proses khusus. Terdapat perusahaan yang mengolah limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), bernama PPLI (Prasadha Pamunah Limbah Industri) hanya mengolah bahan kimia.


Proses Membuat Briket Kayu


Berikut ini kami berikan kepada anda tentang proses sederhana pembuatan briket kayu tersebut, yang meliputi beberapa proses antara lain:


Pengumpulan Tatal.
Bahan utama menggunakan tatal dari mesin serut atau mesin multi-spindle yang ukuran tatalnya agak besar dan tidak terlalu halus. Tatal tersebut diletakkan di sebuah gudang terbuka tapi aman dari hujan dan angin.
Terdapat pula petugas khusus yang membersihkan area tersebut dari benda-benda keras seperti logam atau bebatuan.


Pengeringan
Proses ini tidak menggunakan mesin oven sebagaimana mengeringkan kayu, tetapi lebih terlihat seperti diangin-anginkan sehingga tidak terlalu lembab. Mereka memiliki bak penampung khusus untuk tatal yang kering dan siap dipress.


Pressing
Dengan menggunakan keranjang seorang pekerja memasukkan tatal ke dalam mulut mesin pressing. Tatal harus diperiksa dalam keadaan kering, tidak basah atau lembab sehingga mempercepat proses pengeringan setelah pressing.
Kurang lebih 2-3 menit, pada pipa output mesin tersebut mulai terlihat batangan-batangan briket kayu yang telah terpotong sesuai ukuran standardnya. Briket telah terbentuk persegi seperti batu bata.



Packing
Satu orang pekerja telah mempersiapkan plastik packing di area output. Briket harus segera dipacking setelah keluar dari mesin agar tetap kering dan terpengaruh kelembaban udara.


Sama sekali tidak terlihat adanya bahan kimia maupun bahan tambahan lainnya di dalam mesin pressing tersebut. Proses berjalan dan pembentukan batangan briket murni dari pengpresan dalam suhu panas tertentu.
Suatu aktivitas yang sangat menarik apabila bisa dikembangkan di Indonesia.


Pabrik ini mengekspor briket tersebut ke Jerman dan Austria.

Finishing Food Grade


PHYSICAL PROPERTIES
Untuk mengetahui dan memastikan bahwa jenis finishing pada sebuah produk memenuhi syarat sebagai food-grade, kita bisa lakukan beberapa pengujian secara fisik. Tentu saja untuk hasil yang paling akurat kita bisa lakukan di sebuah laboratorium khusus dengan alat yang khusus. Bagaimana kita bisa lakukan pengujian tersebut dengan cara yang lebih praktis?

1. Daya Ikat
Finishing perlu memiliki daya ikat yang baik terhadap permukaan kayu agar tidak mudah terkelupas terbawa makanan pada saat proses persiapan makanan maupun penyajian. Sepengetahuan tentangkayu.com saat ini belum ada standar khusus tentang metode pengujian daya ikat sebuah finishing. Ada sebuah metode khusus yang dilakukan oleh retail terkenal untuk pengujian daya ikat.
Gunakan sebuah selotip selebar 5cm dan rekatkan pada permukaan finishing sepanjang 12-15 cm dan tekan dengan jari sehingga seluruh permukaan selotip melekat dengan benar. Kemudian tarik perlahan ujung selotip dengan kekuatan kira-kira 125-140Newton/25mm. Finishing yang baik seharusnya tidak terkelupas pada saat penarikan. Salah satu contoh jenis selotip yang baik untuk pengujian ini adalah merek 3M produk Nr. 6893.

2. Daya tahan terhadap goresan
Ini tidak berarti anti gores terhadap benda keras seperti pisau, garpu atau benda tajam lainnya. Metode praktis pengujian dengan menekan sebuah bola baja diameter 1mm pada permukaan finishing. Arah penggoresan harus melintang serat kayu. Kedalaman dan bekas goresan akan memperlihatkan seberapa besar daya tahan finishing.

3. Daya tahan warna (dari resiko terhapus)
Pengujian ini ditujukan terutama untuk jenis finishing cat berwarna. Warna finishing harus tetap tinggal di permukaan kayu. Hampir sama dengan fungsi penghapus pensil, pengujian bisa menggunakan alat kayu berdiameter 16mm yang ujungnya dibulatkan sehingga mendekati bentuk jari telunjuk. Kemudian ujung tersebut dibalut dengan kain katun yang lembut.
Sesuai standar internasional IOS-105-X12, ujung 'jari' tersebut digerakkan maju mundur di atas permukaan finishing selama beberapa kali dengan beban 9 Newton. Ketahanan warna finishing ditentukan dengan besarnya warna yang terkelupas dan menempel pada kain.

CHEMICALS REQUIREMENTS
Bagi konsumen Eropa ataupun Amerika, pengujian kimia jauh lebih penting daripada pengujian fisik karena efek samping pengujian kimia yang berpengaruh bagi kesehatan manusia. Bahan kimia (finishing) pada furniture yang berhubungan langsung dengan makanan harus bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya.


Beberapa indikator terhadap bahan finishing yang aman untuk produk yang berhubungan langsung dengan makanan:
1. Analisa sensor: Oil tanpa warna ataupun aroma yang sangat ringan.
2. Heavy metal termasuk Lead & Cadmium (<1mg.kg); Mercury & Arsenic (<0.1mg/kg)
3. PAHs (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons) termasuk Benz(e)pyren, Benz(a)pyren, Perylene, Benzo(ghi)perylene, Anthanthren, Debenzo(a,h)anthancen dengan total Max. 25 µg/kg 4. Solvent residues termasuk Benzene, Toluene, Ethylbenzene, gabungan unsur Xyloles, Chloroform, 1.1.1.-Trichlorethan, Tetrachlormethan, Trichorethen, Tetrachlorethen dengan level Not Detectable atau <1 mg/kg. Kecuali Toluene & Ethylbenzene Max. 10 mg/kg.

Terlihat sangat sulit bagi kita untuk menghindari berbagai bahan kimia tersebut karena kita bisa menemukannya dengan mudah pada bahan-bahan yang kita gunakan sehari-hari. Namun kembali lagi pertanyaan kita ajukan bagi anda produsen produk terkait, terutama talenan (chopping board): Apakah perubahan strategi pemasaran dan perhatian terhadap konsumen harus segera dilakukan sehubungan dengan bahan finishing? Dan kepada kita sebagai konsumen, sudahkah anda memastikan bahwa produk yang anda pakai saat ini sudah 'sehat'?



View the original article here



Peliculas Online

Sunday, June 3, 2012

Solusi Lain Penumpukkan Papan Jati


Mengeringkan kayu Jati sudah bukan hal yang baru bagi industri kayu di Indonesia, terutama kota Jepara sebagai kota penghasil kerajinan kayu Jati. Berbagai cara manual (tanpa mesin pengering Kiln Dry) telah lama pula diterapkan.

Pada saat kami berkunjung ke suatu pabrik furniture kayu jati, terlihat sebuah cara yang menarik dilakukan oleh pabrik tersebut dalam hal penumpukkan kayu Jati. Ada baiknya kami bagi bersama pembaca tentangkayu walaupun mungkin sudah ada yang menggunakan metode yang sama.

Pekarangan pabrik diratakan dan ditutupi dengan lantai beton atau semen untuk mengurangi penguapan air dari dalam tanah sekaligus untuk mempercepat mengalirkan air hujan ke selokan. Tidak terlihat atap maupun dinding pada pekarangan tersebut. Sepertinya hal itu dimaksudkan untuk penguapan yang lebih baik.

Lembaran-lembaran kayu jati diletakkan sedemikian rupa dengan posisi menyilang setiap lembarnya sehingga terdapat rongga setebal kayu jati untuk jalan penguapan udara.
Dan di antara lembaran kayu jati tersebut disisipkan sebilah kayu tipis (5-10 mm) sebagai jalan udara pada saat penguapan.

Metode penumpukkan ini sangat baik untuk menjaga kestabilan bentuk kayu sekaligus mempercepat waktu pengeringan. Uap air bergerak cepat karena rongga di setiap lembar kayu. Begitu pula dengan panas matahari yang lebih efektif karena tipe lantai yang diperkeras dengan beton dan semen.

Tentu saja lembaran - lembaran jati tersebut hanya dijemur pada saat cuaca cerah dan panas, untuk selanjutnya diproses di dalam ruang produksi. Kami tidak sempat memperoleh informasi berapa lama proses pengeringan berjalan. Yang pasti pabrik mengatakan bahwa metode ini baru mereka terapkan beberapa bulan dan mempercepat proses pengeringan alami kayu Jati.

Silahkan mencoba...



View the original article here



Peliculas Online

Kayu Robinia (Robinia Pseudoacacia)

Botanical Name: Robinia Pseudoacacia

Kayu Robinia berasal dari Amerika Utara yang kemudian lebih dikenal di kawasan Eropa. Karakter serat kayunya dan pori-porinya mirip kayu akasia sehingga kayu ini sering dikenal sebagai 'False Acacia'.


Hutan Robinia banyak ditemukan di Hungaria, Rumania, Republic Czech dan Slovakia.


Pohon
Pohon Robinia bisa tumbuh hingga ketinggian 30 meter di dalam hutan. Usia tebang antara 35 - 50 tahun, bahkan hingga 100 tahun.


Warna Kayu
Bagian sapwood Robinia relatif tipis dan berwarna kuning krem. Sedangkan bagian heartwood berwarna kuning agak kehijauan. Pada beberapa pohon tertentu, bagian heartwood (kayu teras) berwarna agak kecoklatan.


Density
Kayu Robinia termasuk golongan kayu dengan kekerasan tinggi yaitu 770 kg/m3.


Proses mesin dan konstruksi
Robinia sering disamakan dengan kayu jati atau malah beberapa pabrikan menyebutnya sebagai white teak. Dengan kekerasan yang hampir sama dengan kayu jati, permukaan kayu Robinia setelah diserut akan terlihat agak mengkilap dan halus.
Kekuatan dan keawetannya pun tergolong baik dan setara dengan kayu jati. Cukup stabil pada level MC 8-12% dan tidak mudah berubah bentuk.


Oleh sebab beberapa kelebihannya, kayu Robinia dipakai sebagai bahan baku untuk furniture luar ruangan, lantai parket atau peralatan olahraga.